Teks Topikal

Self-grasping (Atmagrha) and Self-cherishing

Self-grasping (mencengkeram pada “sosok aku”; atmagrha) – menganggap ada “sosok aku”: adalah pola kebiasaan yang sangat, sangat mandarah-daging, yang pada dasarnya menganggap citta atau kesadaran sebagai “sesuatu” dan membuatnya menjadi “subjek” sehingga segala sesuatu lainnya menjadi objek – "Aku”/”Di luar Aku." Merupakan pikiran konseptual yang mencengkeram fenomena apa pun, termasuk "saya, aku" menjadi "sesuatu" yang ada secara hakiki. Pikiran mencengkeram pada “sosok aku” yang merupakan cara mendasar dalam mengalami, lalu menyebabkan munculnya semua klesha lain, seperti kemarahan dan keterikatan. Mencengkeram pada “sosok aku” merupakan akar penyebab semua duhkha dan ketidakpuasan.

Self-cherishing (sikap mementingkan diri): Sikap mental yang menganggap sosok Aku sebagai pusat alam semesta. Pada dasarnya, begitulah pendekatan kita dalam hidup! "Saya paling penting!" Menganggap diri teramat penting, paling penting dan berharga. Kita menganggap ada sosok Aku dan membangun seluruh kehidupan untuk melindunginya dan merawatnya, menjadikan kita pusat dunia yang sesungguhnya tidak ada. Jadi jelas, ada ketidakseimbangan yang cukup serius di alam pengalaman, dan upaya kita untuk menjaga ketidakseimbangan tersebut adalah apa yang kita alami sebagai duhkha, dan itu semakin menjadi pergulatan. Ini adalah objek utama yang perlu ditinggalkan oleh Bodhisattva.

***

Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh tim Potowa Center.

Juli 2017.

Baca Lebih Lanjut