Saat itu, Milarepa menghela napas panjang tanda menyerah, tahu bahwa siluman-siluman ini tidak bisa dikelabui untuk pergi dan mungkin dia bisa belajar sesuatu dari mereka. Dia menatap dalam-dalam mata setiap siluman dan membungkuk, berkata, ”Kelihatannya kita akan bersama-sama di sini. Saya membuka hati atas apa pun yang akan kalian ajarkan kepadaku.” Seketika itu juga, semua siluman lenyap kecuali satu siluman yang tersisa. Satu siluman raksasa yang garang dengan lubang hidung besar dan taring-taring meneteskan air liur, masih ada di sana. Lalu Milarepa membuka hati dan bersemeleh lebih lanjut. Sambil menginjak siluman yang paling besar ini, dia memberikan diri seutuhnya, tanpa keberatan sama sekali. ”Makanlah saya bila itu kemauanmu.” Dia menempatkan kepalanya di dalam mulut siluman, dan seketika itu juga siluman terbesar itu membungkuk hormat dan lenyap.
***
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh tim Potowa Center.
Juli 2017.






