Materi Dharma
Teks Topikal
Teks Topikal
Ulasan Tentang Bodhicitta (S: Bodhicittavivarana, E: Exposition of Bodhicitta)
Arya Nagarjuna
Telah dinyatakan:
Shunya dari semua keberadaan yang bersifat hakiki dari sisinya sendiri;
Menghilangkan sepenuhnya semua objek dan subjek,
Seperti skandha-skandha, elemen-elemen dan sumber-sumber (ayatana);
Karena kesamaan ketidak-hakikian dari semua fenomena,
Citta seseorang sejak dahulu tidak pernah dilahirkan
Citta bersifat shunya.
Seperti para Buddha dan para Bodhisattva agung telah membangkitkan bodhicitta, saya juga, mulai sekarang hingga tercapainya penggugahan, membangkitkan bodhicitta agar saya dapat menyelamatkan mereka yang belum terselamatkan, membebaskan mereka yang belum terbebaskan, menghilangkan penderitaan mereka yang belum hilang, dan sepenuhnya membantu mereka melampaui penderitaan mereka yang belum sepenuhnya terlampaui. Para Bodhisattva yang mempraktikkan mantra rahasia (Tantra), setelah membangkitkan bodhicitta konvensional dalam wujud aspirasi, [kemudian] harus membangkitkan bodhicitta tertinggi melalui daya praktik meditasi. Oleh karena itu, saya akan menjelaskan sifat keberadaannya.
Catatan:
Pendahuluan:
Tema dari risalat ini adalah bodhicitta. Bodhicitta konvensional adalah tekad untuk mencapai penggugahan demi semua makhluk; sedangkan bodhicitta tertinggi adalah merealisasi shunyata.
Gatha 1-3:
Pentingnya mengembangkan bodhicitta.
Gatha 4-9:
Penyangkalan atas adanya atman, diri yang permanen dan pencipta, seperti yang diyakini oleh para Tirthika.
Gatha 10-25:
Penyangkalan atas keberadaan (hakiki) dari skandha-skandha, seperti yang diyakini oleh para Shravaka.
Gatha 26-56:
Penyangkalan atas hal mendasar dari Vijnanavada: trisvabhava/trilaksana, svasamvedana, asrayaparivrtti, and alayavijnana. Pada kenyataannya, vijnana adalah saling terkait, berubah-ubah, bersifat ilusi dan shunya.
Gatha 57-72:
Semua dharma internal dan eksternal adalah saling terkait (pratityasamutpada) atau bersifat shunya. Untuk memahami ini, adalah merealisasi bodhicitta tertinggi, atau pembebasan dari jerat karma karena klesha-klesha.
Gatha 73-104:
Seorang Bodhisattva menjadi seorang Buddha dimotivasi oleh welas asih (yaitu, melalui daya pranidhana sebelumnya) untuk melakukan semua upayakausalya demi membebaskan semua makhluk dalam samsara.
Gatha 105-111:
Dorongan untuk mengembangkan bodhicitta.
Gatha 112:
Dedikasi akhir dari kumpulan potensi-potensi positif (punya).
Potowa Center
Revisi: Mei 2009.
Baca Lebih Lanjut
- Pikiranmu Agamamu
- Kompas Jalan Penggugahan: Warisan Tersembunyi Bodhipathakrama Atiśa bagi Tradisi Tahapan Jalan
- Setenang Dasar Lautan (Make Your Mind an Ocean & Peaceful Stillness of the Silent Mind)
- Berlanjut ke Penggugahan: Risalah Mendetail Jalan Penggugahan Bertahap (Lam Rim Chen Mo) oleh Yang Mulia Dalai Lama ke-14
- Adigang, Adigung, Adiguna: (Pengandalan pada Keperkasaan, Kewenangan, Kecerdikan)






