“Dan para bhikkhu, apakah itu – yang para bijaksana di dunia nyatakan tidak ada, yang saya juga katakan tidak ada? Bahwa wujud (rupa) itu permanen dan dapat diandalkan (nicca), tetap, kekal, tidak berubah-ubah: inilah yang para bijaksana di dunia nyatakan tidak ada, yang saya juga katakan tidak ada.
Bahwa sensasi (vedana) … persepsi (sanna) … buatan/ciptaan mental (sankhara) … kesadaran (vinnana) itu permanen dan dapat diandalkan, tetap, kekal, tidak berubah-ubah: inilah yang para bijaksana di dunia nyatakan tidak ada, yang saya juga katakan tidak ada.
“Para bhikkhu, itulah yang para bijaksana di dunia nyatakan tidak ada, yang saya juga katakan tidak ada.
“Dan para bhikkhu, apakah itu – yang para bijaksana di dunia nyatakan ada, yang saya juga katakan ada? Bahwa wujud (rupa) itu tidak permanen dan tak dapat diandalkan (anicca), bersifat dukkha, dan senantiasa berubah-ubah: inilah yang para bijaksana di dunia nyatakan ada, yang saya juga katakan ada. Bahwa sensasi (vedana) … persepsi (sanna) … buatan/ciptaan mental (sankhara) … kesadaran (vinnana) itu tidak permanen dan tak dapat diandalkan (anicca), bersifat dukkha, dan senantiasa berubah-ubah: inilah yang para bijaksana di dunia nyatakan ada, yang saya juga katakan ada.
“Para bhikkhu, itulah yang para bijaksana di dunia nyatakan ada, yang saya juga katakan ada.
“Para bhikkhu, ada pengalaman (dhamma) di dunia yang telah sepenuhnya Tathagata ketahui dan selami. Setelah mengetahui dan menyelaminya, beliau menjelaskannya, mengajarkannya, mengumandangkannya, menegakkannya, membabarkannya, menganalisnya, menjabarkannya.
“Dan apakah pengalaman (dhamma) di dunia yang telah sepenuhnya Tathagata ketahui dan selami? Para bhikkhu, wujud (rupa) adalah pengalaman di dunia yang telah sepenuhnya Tathagata ketahui dan selami. Setelah mengetahui dan menyelaminya, beliau menjelaskannya, mengajarkannya, mengumandangkannya, menegakkannya, membabarkannya, menganalisnya, menjabarkannya. Ketika dijelaskan … dan dijabarkan sedemikian rupa oleh Tathagata, jika ada yang (masih) tak dapat memahami dan melihatnya, apa yang bisa saya lakukan untuk orang dungu, buta, penglihatannya tertutup, yang tak dapat memahami dan melihatnya?
Sensasi (vedana) … persepsi (sanna) … buatan/ciptaan mental (sankhara) … kesadaran (vinnana) adalah pengalaman di dunia yang telah sepenuhnya Tathagata ketahui dan selami. Setelah mengetahui dan menyelaminya, beliau menjelaskannya, mengajarkannya, mengumandangkannya, menegakkannya, membabarkannya, menganalisnya, menjabarkannya. Ketika dijelaskan … dan dijabarkan sedemikian rupa oleh Tathagata, jika ada yang (masih) tak dapat memahami dan melihatnya, apa yang bisa saya lakukan untuk orang dungu, buta, penglihatannya tertutup, yang tak dapat memahami dan melihatnya?
“Para bhikkhu, seperti halnya teratai biru, merah atau putih yang muncul dari dalam air dan tumbuh di air, tapi dengan keluar di atas permukaan air, teratai itu tidak tercemari oleh air; begitu pula, Tathagata lahir di dunia dan tumbuh di dunia, tapi (karena) telah mengatasi dunia, beliau tidak tercemari oleh dunia.”
***
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh tim Potowa Center. Maret 2017.






