“Penglihatan tak dapat diandalkan, berubah-ubah, dan akan menjadi hal yang lain. Apa pun sebab, kondisi yang diperlukan untuk munculnya penglihatan, adalah tak dapat diandalkan, berubah-ubah, dan akan menjadi hal yang lain. Muncul dikarenakan faktor yang tak dapat diandalkan, bagaimana mungkin penglihatan dapat diandalkan?”
“Menyatunya, bertemunya, berpadunya ketiga hal ini dikarenakan adanya kontak dengan mata. Apa pun sebab, kondisi yang diperlukan untuk munculnya kontak dengan mata, adalah tak dapat diandalkan, berubah-ubah, dan akan menjadi hal yang lain. Muncul dikarenakan faktor yang tak dapat diandalkan, bagaimana mungkin kontak dengan mata dapat diandalkan?”
“Dengan adanya kontak, seorang mengalami sensasi. Dengan adanya kontak, ada cetana. Dengan adanya kontak, seseorang mempersepsi. Pengalaman-pengalaman ini tidak stabil dan fluktuatif – tak dapat diandalkan, berubah-ubah, dan akan menjadi hal yang lain. Demikianlah bagaimana dengan adanya pasangan, muncullah kesadaran melihat (penglihatan).”
“Dengan adanya telinga dan suara, muncullah kesadaran mendengar (pendengaran)…”
“Dengan adanya hidung dan bebauan, muncullah kesadaran membau (penciuman) …”
“Dengan adanya lidah dan cita rasa, muncullah kesadaran mencecap (pencecapan)…”
“Dengan adanya tubuh dan sentuhan, muncullah kesadaran menyentuh (sentuhan) …”
“Dengan adanya daya pikir dan gagasan, muncullah kesadaran mental. Daya pikir tak dapat diandalkan, berubah-ubah, dan akan menjadi hal yang lain. Gagasan tak dapat diandalkan, berubah-ubah, dan akan menjadi hal yang lain. Karena itu, pasangan ini tidak stabil dan fluktuatif – tak dapat diandalkan, berubah-ubah, dan akan menjadi hal yang lain.”
“Kesadaran mental tak dapat diandalkan, berubah-ubah, dan akan menjadi hal yang lain. Apa pun sebab, kondisi yang diperlukan untuk munculnya kesadaran mental, adalah tak dapat diandalkan, berubah-ubah, dan akan menjadi hal yang lain. Muncul dikarenakan faktor yang tak dapat diandalkan, bagaimana mungkin kesadaran mental dapat diandalkan?”
“Menyatunya, bertemunya, berpadunya ketiga hal ini dikarenakan adanya kontak mental. Apa pun sebab, kondisi yang diperlukan untuk munculnya kontak mental, adalah tak dapat diandalkan, berubah-ubah, dan akan menjadi hal yang lain. Muncul dikarenakan faktor yang tak dapat diandalkan, bagaimana mungkin kontak mental dapat diandalkan?”
“Dengan adanya kontak, seorang mengalami sensasi. Dengan adanya kontak, ada cetana. Dengan adanya kontak, seseorang mempersepsi. Pengalaman-pengalaman ini tidak stabil dan fluktuatif – tak dapat diandalkan, berubah-ubah, dan akan menjadi hal yang lain. Demikianlah bagaimana dengan adanya pasangan, muncullah kesadaran (vinnana).”
***
"Dvaya Sutta: A Pair" (SN 35.93), translated from the Pali by Thanissaro Bhikkhu. Access to Insight (Legacy Edition), 30 June 2010, http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/sn/sn35/sn35.093.than.html.
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh tim Potowa Center. Juli 2014.
Revisi: Juli 2016






