Sutra

Sutra Tunas Padi (Ringkasan): Kemunculan Bergantungan (Pratītyasamutpāda)

Tiga tema utama Sutra Tunas Padi (Sutra Salistamba):
     1. Sifat hakikat sebab akibat. Sebab dan kondisi harus ada agar suatu akibat bisa terjadi. Jika salah satu sebab atau kondisinya kurang, maka tidak akan ada hasil.
     2. Konseptualisasi sama sekali tidak berperan. Ketika sesuatu terjadi, tidak ada tempat untuk konseptualisasi, baik tentang diri, sebab, kondisi, akibat, atau apa pun. Konseptualisasi diri berupa “Saya memproduksi” atau “Saya diproduksi”, terutama bersikukuh tentang adanya sosok ‘aku’ akan selalu menyebabkan berkembangnya kelesah dan karma karena dasarnya adalah ketidaktahuan.
     3. Penolakan terhadap pandangan salah. Menyangkal berbagai pandangan salah tentang sebab akibat: dari sebab yang sama, [sebab] yang lain, keduanya, adanya sosok, keberuntungan, Iswara. Ini memperkuat pernyataan bahwa sebab dan kondisi pasti ada jika akibat dapat terjadi, dan ini merupakan pandangan yang benar. Pandangan yang salah disangkal.
Dengan memiliki penerimaan dan penghayatan Dharma seperti itu, dan dengan demikian secara tepat memahami kemunculan bergantungan, maka dinubuatkan untuk mencapai penggugahan yang tiada bandingannya, tertinggi, dan sempurna (anuttara samyaksambodhim vyakaroti) oleh Sang Tathagata, Sang Arhat, Yang tergugah secara sempurna dan seutuhnya, Yang memiliki pengetahuan dan perilaku sempurna, Sugata, Yang mengetahui dunia, Kusir yang tak ada bandingannya bagi mereka yang perlu pengendalian, Guru para dewa dan manusia, Sang Begawan, Sang Buddha, dengan cara ini: ‘Orang seperti ini akan mencapai penggugahan, menjadi Buddha yang lengkap dan sempurna!’

Baca Lebih Lanjut